Berita Nasional

Breaking News! Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo

Deli Hermanto

Posted by: Deli Hermanto

05 November 2026 14:59 โ€ข 134 view

Breaking News! Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo
Foto: CNBC Indonesia

JAKARTA โ€“ Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menunjukkan ijazah pendidikannya kepada pengunjung dan awak media saat menghadiri sidang kasus dugaan pencemaran nama baik terkait polemik ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).


Sebelum memperlihatkan dokumen tersebut, Jokowi terlebih dahulu meminta izin kepada majelis hakim agar ijazah dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga perguruan tinggi dapat ditunjukkan kepada masyarakat yang mengikuti persidangan.

ADSPromosikan Video Profil Sekolah, Informasi PPDB, Yayasan, Lembaga, Usaha, Bisnis, Produk di Moslem Today TV Channel, KLIK DISINI


"Kalau diperkenankan, saya mau menunjukkan kepada pengunjung juga Yang Mulia. Karena saya sudah berjanji untuk menunjukkan ijazah dari SD, SMP, SMA, dan ijazah S1 saya. Mohon Yang Mulia," ujar Jokowi di hadapan majelis hakim.


Permintaan tersebut kemudian dikabulkan oleh hakim. Jokowi lantas membalikkan badan dan memperlihatkan dokumen pendidikannya kepada pengunjung sidang serta awak media yang hadir.


Momen tersebut turut disaksikan langsung oleh Roy Suryo, salah satu terdakwa dalam perkara tersebut. Roy tampak tertawa ketika Jokowi memperlihatkan ijazahnya di hadapan ruang persidangan.


Jokowi Jelaskan Riwayat Pendidikan di UGM


Dalam keterangannya sebagai saksi, Jokowi menjelaskan perjalanan pendidikannya di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia mengaku mulai menjalani perkuliahan pada semester pertama tahun 1980.


Jokowi juga memaparkan bahwa dirinya pernah mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.


"Kami lulus dengan nilai A, Yang Mulia," ungkap Jokowi saat menjelaskan hasil pendidikannya.


Ia turut menerangkan bahwa dirinya mengerjakan skripsi dan mengikuti ujian skripsi dengan hasil nilai A. Sementara itu, terkait tanda tangan dalam dokumen skripsi, Jokowi menyebut bahwa tanda tangan tersebut merupakan milik dekan Fakultas Kehutanan UGM.


Setelah memperoleh ijazah sarjana, Jokowi mengaku menggunakan dokumen tersebut untuk melamar pekerjaan di PT Kertas Kraft Aceh pada 1985 atau 1986.


Ijazah yang sama kemudian digunakan ketika dirinya mendaftarkan diri sebagai calon Wali Kota Solo pada Pilkada 2005 dan 2010.


"Saya memperlihatkan copy dan asli ke KPU. Saat itu tidak ada komplain dari KPU. Lalu 2010, Pemilihan Wali Kota Solo lagi. Iya, perlihatkan ijazah asli dan tidak ada keberatan," jelasnya.


Jokowi juga menyebut ijazah tersebut kembali digunakan ketika mendaftarkan diri sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada 2012 serta sebagai calon presiden dalam Pemilu 2014 dan 2019.


Jokowi Merasa Direndahkan Akibat Tuduhan Ijazah Palsu


Dalam persidangan, Jokowi turut mengungkapkan kerugian immateriil yang dirasakannya akibat tudingan mengenai keaslian ijazah tersebut.


Ia mengaku merasa nama baiknya sebagai pribadi telah tercemar akibat tuduhan yang berkembang selama ini.


"Saya juga merasa telah dihina, direndahkan dengan amat sangat," ujar Jokowi ketika menjawab pertanyaan jaksa penuntut umum mengenai kerugian yang dialaminya.


Dalam perkara ini, Roy Suryo didakwa melakukan pencemaran nama baik serta pelanggaran ketentuan terkait informasi elektronik sehubungan dengan tudingan ijazah palsu Jokowi.


Jaksa penuntut umum juga mendakwa Roy terkait dugaan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, dan perusakan informasi elektronik maupun dokumen elektronik secara sengaja tanpa hak atau melawan hukum.


Ingin Akhiri Polemik Ijazah


Kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, sebelumnya menyampaikan bahwa kliennya memang berkeinginan memperlihatkan seluruh dokumen pendidikan kepada publik, bukan hanya kepada majelis hakim dan jaksa penuntut umum.


Menurut Rivai, persidangan merupakan forum terbuka yang dapat diikuti masyarakat dan media sehingga menjadi kesempatan bagi Jokowi untuk menunjukkan dokumen pendidikannya secara langsung.


Langkah tersebut juga dimaksudkan untuk menjawab polemik yang selama ini berkembang, mulai dari persoalan ijazah SMA hingga ijazah sarjana.


Jokowi pun membawa dokumen pendidikan dari seluruh jenjang, mulai SD, SMP, SMA hingga S1, agar tidak kembali muncul persoalan serupa pada jenjang pendidikan lainnya.


Dengan diperlihatkannya dokumen tersebut di ruang sidang, Jokowi berharap polemik mengenai ijazah pendidikannya dapat segera menemukan titik terang melalui proses hukum yang sedang berjalan.

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel, Daftar Jadi Kontributor, Klik : Register

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Ahlan Wa Sahlan...

Ayo gabung jadi Penulis di Moslemtoday.com. Lewat tulisan, kita bisa menebar kebaikan dan menginspirasi banyak orang.

Daftar Sekarang