YAMAN โ Kelompok Houthi di Yaman mengeluarkan ancaman baru terhadap Arab Saudi dengan memperingatkan para pekerja dan warga agar menjauhi fasilitas minyak Saudi. Kelompok tersebut juga menyatakan wilayah udara Arab Saudi tidak aman, kecuali di atas kota Makkah dan Madinah, di tengah meningkatnya eskalasi militer di kawasan.
Kantor berita Saba yang dikelola Houthi mengutip seorang sumber militer yang menyatakan bahwa wilayah udara Saudi tidak aman, kecuali di atas Makkah dan Madinah. Sumber tersebut juga menegaskan bahwa pihak-pihak yang telah menerima peringatan tidak memiliki alasan untuk mengabaikannya.
Ancaman itu muncul di tengah ketegangan yang terus meningkat antara kelompok Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi. Namun, kelompok tersebut tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai bentuk ancaman yang dimaksud maupun tindakan militer yang mungkin dilakukan.
Selain memperingatkan pekerja dan warga agar menjauhi fasilitas minyak, sumber militer Houthi juga menyerukan para pemegang saham Saudi Aramco untuk menjual kepemilikan saham mereka guna menghindari potensi kerugian.
โUntuk menghindari kerugian, kami menyarankan para pemegang saham Aramco menarik saham mereka sebelum terlambat,โ demikian pernyataan yang dikutip kantor berita Saba, Senin (19/10/26).
Pernyataan tersebut menambah tekanan terhadap sektor energi Arab Saudi, meskipun Houthi belum merinci langkah konkret yang akan diambil terhadap fasilitas minyak maupun kepentingan perusahaan energi tersebut.
Proyektil Hantam Permukiman di Najran
Sementara itu, situasi keamanan di wilayah selatan Arab Saudi juga dilaporkan memburuk. Pertahanan Sipil Saudi sebelumnya menyatakan bahwa enam orang terluka setelah sebuah proyektil menghantam kawasan permukiman di Kota Najran.
Dalam perkembangan terpisah, koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan telah mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi menuju Khamis Mushait, sebuah kota di wilayah barat daya Arab Saudi.
Insiden-insiden tersebut menunjukkan berlanjutnya ancaman serangan lintas perbatasan yang menyasar wilayah Saudi di tengah konfrontasi militer dengan kelompok Houthi.
Eskalasi Militer Sejak Awal Oktober
Ketegangan antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi meningkat sejak awal Oktober. Koalisi sebelumnya mengumumkan pelaksanaan operasi berskala besar yang ditujukan untuk menargetkan kemampuan militer kelompok tersebut.
Di sisi lain, Houthi dilaporkan melancarkan serangan menggunakan rudal dan pesawat nirawak terhadap sejumlah bandara serta fasilitas di Arab Saudi.
Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran terhadap meluasnya konflik dan dampaknya terhadap keamanan kawasan, termasuk keselamatan warga sipil serta stabilitas infrastruktur energi.
Hingga pernyataan tersebut disampaikan, Houthi belum mengungkapkan rincian lebih lanjut mengenai kemungkinan serangan terhadap fasilitas Saudi Aramco. Situasi keamanan di kawasan masih diwarnai ancaman dan aksi militer yang saling berlanjut antara kedua pihak.
Sumber : https://www.middleeastmonitor.com/20261019-houthis-declare-saudi-airspace-unsafe-exempting-mecca-medina/