PROGRAM kemanusiaan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) di Dusun Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memasuki rangkaian akhir. Salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan adalah pelatihan keterampilan bekam bagi para penyintas gempa.
Koordinator Tim Terapis UAR sekaligus Ketua Komunitas Terapis Al-Fatah (KTA), Tabib Rojiun C.Ht, kembali menuju Dusun Waso untuk memberikan pelatihan tersebut. Sebelumnya, ia telah berada di lokasi bencana selama kurang lebih dua pekan bersama tim, memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak gempa.
Tabib Rojiun berangkat dari Cileungsi Kabupaten Bogor menuju Posko UAR di Dusun Waso melalui Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (29/9/2026), dengan penerbangan pukul 09.25 WIB menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.
โMohon doanya untuk kelancaran perjalanan dan pelaksanaan kegiatan di Dusun Waso, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur ini,โ kata Rojiun saat dikonfirmasi dalam perjalanan ke Bandara Soekarno-Hatta, Selasa pagi.
Pelatihan Bekam Basic dijadwalkan berlangsung Kamis 1 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai, bertempat di Balai Warga Waso. Kegiatan tersebut mengangkat tema โBelajar Bekam dari Nol, Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).โ
Pelatihan gratis ini terbuka bagi warga Desa Satar Kampas, baik muslimin maupun muslimat, termasuk pemula dan tenaga kesehatan. Sebanyak 30 peserta ditargetkan mengikuti kegiatan yang akan memberikan pengetahuan dasar mengenai bekam sesuai SOP, sertifikat, serta makan siang.
โPara peserta insya Allah akan mendapatkan manfaat ilmu dan keterampilan kesehatan bekam, sertifikat pelatihan, dan makan siang,โ ujar panitia pelatihan, Jawir Zulfikar.
Sekretaris UAR Pusat Muqarrobin Al Ayubi (Ayub) yang masih berada di Posko Waso mengatakan, UAR tidak hanya ingin memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga membekali warga dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
โTujuan pelatihan adalah untuk memberikan keterampilan praktis kesehatan agar warga bisa mandiri dalam menjaga kesehatan setelah tim kesehatan UAR meninggalkan lokasi bencana,โ ujar Ayub melalui pesan singkat.
Kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan tersebut telah terlihat sejak Tim UAR mendirikan Pos Kesehatan di Waso. Pelayanan yang diberikan para terapis, seperti bekam, fashdu, dan pijat refleksi, mendapat respons positif dari warga. Bahkan, untuk mendapatkan layanan tersebut, warga kerap mengantre hingga malam hari.
Kondisi tersebut mendorong UAR untuk memberikan manfaat yang lebih luas. Warga tidak hanya mendapatkan pelayanan kesehatan, tetapi juga diberi kesempatan mempelajari keterampilan yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan di lingkungan mereka sendiri.
Kembalinya Tabib Rojiun ke Waso sekaligus menjadi bagian dari upaya melanjutkan pelayanan tersebut dalam bentuk berbagi ilmu dan keterampilan. Dengan demikian, kehadiran relawan UAR di tengah para penyintas tidak hanya memberikan bantuan langsung, tetapi juga meninggalkan bekal pengetahuan yang dapat diteruskan oleh masyarakat.
Bagi warga yang berminat mengikuti pelatihan bekam, pendaftaran dapat dilakukan di Posko UAR Dusun Waso atau melalui WhatsApp panitia: 0813-9678-7054 (Ihsan Annuha) atau 0813-2060-5945 (Novie Avianti).
Selain pelatihan bekam, rangkaian akhir misi kemanusiaan UAR di Dusun Waso juga akan diisi dengan doa bersama. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur atas berbagai bantuan yang telah diterima masyarakat sekaligus memohon perlindungan dan keberkahan dalam menjalani kehidupan pascabencana.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, UAR berharap manfaat misi kemanusiaan di Dusun Waso tidak berhenti ketika para relawan meninggalkan lokasi. Ilmu dan keterampilan yang diberikan diharapkan menjadi bekal bagi para penyintas untuk saling membantu, menjaga kesehatan, dan terus memberikan manfaat di tengah masyarakat. [AM]
