Timur Tengah Dunia Islam

Negara-negara Arab Tolak Rencana Trump Serang Iran Lagi, Ini Alasannya!

Deli Hermanto

Posted by: Deli Hermanto

20 May 2026 10:45 โ€ข 499 view

Negara-negara Arab Tolak Rencana Trump Serang Iran Lagi, Ini Alasannya!
Foto: Central Asian and Gulf Cooperation Council (GCC) Countries

Negara-negara Arab di kawasan Teluk dilaporkan mendesak pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menunda rencana serangan militer lanjutan terhadap Iran. Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab khawatir aksi militer baru Washington dapat memicu perang regional berskala besar yang mengancam stabilitas keamanan dan ekonomi Timur Tengah.


Kekhawatiran itu muncul di tengah pernyataan Trump yang menyebut AS masih mempertimbangkan kemungkinan menyerang Iran kembali dalam beberapa hari ke depan jika tidak tercapai kesepakatan baru terkait program nuklir Teheran.

ADVERTISEMENT


Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa waktu setempat, Trump mengatakan dirinya sempat berada โ€œsatu jamโ€ dari keputusan untuk melancarkan serangan sebelum akhirnya menundanya. Ia menyebut peluang serangan masih terbuka pada akhir pekan ini atau awal pekan depan.


โ€œKami tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir baru,โ€ ujar Trump.


Meski demikian, negara-negara Arab sekutu Washington disebut menolak langkah militer tersebut karena menilai risiko yang ditimbulkan jauh lebih besar dibanding manfaat strategisnya. Pemerintah di kawasan Teluk khawatir mereka akan menjadi sasaran langsung serangan balasan Iran, baik melalui rudal konvensional maupun serangan kelompok proksi yang didukung Teheran.


Selain faktor keamanan, negara-negara Arab juga mencemaskan dampak ekonomi apabila konflik meluas. Salah satu perhatian utama adalah potensi terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang menjadi rute vital pengiriman minyak dunia. Penutupan jalur tersebut diperkirakan dapat mengguncang pasar energi global dan memukul perekonomian kawasan.


Karena itu, negara-negara Arab lebih memilih pendekatan diplomatik dibanding eskalasi militer. Mereka mendorong AS dan Iran kembali ke meja perundingan guna mencapai kesepakatan yang lebih luas, termasuk terkait ancaman rudal Iran dan jaringan kelompok bersenjata pro-Teheran di kawasan.


Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Washington dan Teheran telah membuat โ€œbanyak kemajuanโ€ dalam pembicaraan, serta menegaskan kedua pihak sebenarnya tidak menginginkan perang kembali pecah.


Di Teheran, Ketua Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menyatakan penundaan serangan menunjukkan Trump menyadari bahwa setiap aksi militer terhadap Iran akan mendapat respons keras dari Republik Islam tersebut.


Media pemerintah Iran melaporkan Teheran mengajukan proposal perdamaian baru yang mencakup penghentian permusuhan di seluruh kawasan, termasuk di Lebanon, penarikan pasukan AS dari wilayah dekat Iran, pencabutan sanksi ekonomi, pelepasan dana Iran yang dibekukan, hingga penghentian blokade laut AS.


Namun, proposal itu disebut tidak jauh berbeda dari tawaran Iran sebelumnya yang sempat ditolak Trump dan disebutnya sebagai โ€œsampahโ€.


Di sisi lain, tekanan terhadap Washington terus meningkat untuk segera membuka kembali stabilitas di Selat Hormuz. Jalur strategis itu sangat penting bagi distribusi minyak dan komoditas dunia. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bahkan disebut telah membahas isu keamanan Selat Hormuz bersama Sekretaris Jenderal PBB Antรณnio Guterres.


Konflik antara AS, Israel, dan Iran sendiri telah menelan ribuan korban jiwa sejak pecah awal tahun ini. Serangan udara AS-Israel disebut belum berhasil menghancurkan seluruh cadangan uranium Iran maupun kemampuan militernya dalam meluncurkan rudal, drone, dan mendukung kelompok proksi di kawasan.


Meski gencatan senjata sejauh ini masih bertahan, situasi keamanan tetap rapuh. Dalam beberapa pekan terakhir, serangan drone dilaporkan diluncurkan dari Irak menuju negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi dan Kuwait, yang diduga melibatkan kelompok sekutu Iran.


Di tengah ketegangan tersebut, pemerintahan Trump juga kembali menjatuhkan sanksi baru terhadap perusahaan penukaran valuta asing Iran dan sejumlah perusahaan yang dituduh menjadi perantara transaksi bagi bank-bank Iran.


Sumber : https://www.aljazeera.com/news/liveblog/2026/5/18/iran-war-live-trump-warns-clock-ticking-saudi-uae-report-drone-attacks?update=4583253

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel, Daftar Jadi Kontributor, Klik : Register

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Ahlan Wa Sahlan...

Dapatkan akses fitur lengkap dengan login atau mendaftar akun baru.

Daftar Sekarang