Artikel

‘Qurban Journey’: Dari Niat di Hati Hingga Sampai ke Piring Fakir Miskin

Logo

Posted by: Niesky H.P

19 May 2026 20:39 WIB • 538 view

‘Qurban Journey’: Dari Niat di Hati Hingga Sampai ke Piring Fakir Miskin
Foto: Foto Generate By Gemini Ai

Oleh: KH Bachtiar Nasir, Pembina AQL Qurban Care


Ibadah kurban bukan hanya proses menyembelih hewan, tetapi perjalanan utuh yang dimulai dari niat hingga manfaatnya dirasakan oleh orang lain. Dalam pandangan para ulama, inti ibadah ini terletak pada niat yang benar. Al-Qarāfi menjelaskan bahwa ibadah seperti salat, puasa, dan kurban tidak akan mencapai tujuan utamanya -yaitu mengagungkan Allah- kecuali dengan niat. T


Tanpa niat, sebuah perbuatan tidak bernilai ibadah, sebagaimana jamuan yang disiapkan untuk seseorang tetapi dinikmati orang lain tanpa maksud, maka kehormatan tetap kembali kepada yang diniatkan.


Hal ini juga ditegaskan oleh Umar Sulaiman al-Asyqar bahwa penyembelihan bisa saja dilakukan untuk berbagai tujuan: konsumsi, tradisi, atau ibadah. Maka niat menjadi pembeda utama antara sembelihan biasa dan qurban sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Setelah niat yang lurus, Kurban berlanjut pada distribusi yang tepat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,


َفَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْبَآئِسَ ٱلْفَقِيرَ


“Makanlah sebagian darinya dan (sebagian lainnya) berilah makan orang yang sengsara lagi fakir.” (QS Al-Hajj [22]: 28).


Ayat suci tersebut menjadi dasar kuat bahwa ibadah kurban tidak boleh berhenti pada proses penyembelihan saja. Daging kurban tersebut harus dipastikan benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang berhak menerimanya.


Menurut Ibnu Hajar al-Asqalani, minimal harus ada sebagian porsi daging kurban yang disedekahkan kepada orang lain. Namun, hal yang jauh lebih utama adalah memperbanyak porsi tersebut untuk diberikan khusus kepada fakir miskin.


Para ulama terdahulu juga telah membahas secara mendalam mengenai cakupan wilayah penerima daging kurban. Imam an-Nawawi menukil adanya kesepakatan ulama tentang bolehnya memberikan daging kurban kepada fakir miskin muslim.


Bahkan, sebagian ulama seperti Ibnu Qudamah membolehkan pemberian daging kurban kepada non-muslim (dzimmi). Hal ini terutama dalam konteks sedekah sunah sebagai bentuk kebaikan sosial sekaligus upaya untuk melunakkan hati mereka.

Dengan demikian, kurban sejatinya adalah sebuah perjalanan spiritual yang sangat lengkap dan indah. Perjalanan ini dimulai dari niat yang ikhlas, dilaksanakan dengan kepatuhan penuh, lalu ditutup dengan kepedulian sosial yang nyata.


Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, melainkan tentang bagaimana kita menghidupkan hati nurani. Melalui ibadah ini, kita memastikan kebaikan tersebut benar-benar sampai ke piring mereka yang sedang membutuhkan bantuan. **


Sumber: Al-Mufassal fi Ahkam al-Udhiyah, Fath al-Bari, Al-Mughni




AQL Qurban Care: Kurban Terbaik, Manfaat Terluas

Tunaikan kurban Anda bersama AQL Qurban Care: amanah, tepat sasaran, dan penuh keberkahan.

WA: 0857 1873 5254

IG: @aql.qurbancare

www.qurbancare.org

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!