Oleh : KH Bachtiar Nasir / Pembina AQL Qurban Care
Pernahkah Anda merasa bahwa ibadah kurban seringkali terjebak menjadi sekadar ritual tahunan โbeli, potong, dan bagiโ?
Jika ya, barangkali kita perlu menyelami kembali perspektif mendalam dari kitab โAl-Mufashshal fฤซ Ahkฤm al-Udhiyahโ karya Dr. Hussamuddin bin Musa Muhammad bin โAfaneh.
Di dalam literatur yang sangat komprehensif ini, dijelaskan bahwa kurban bukanlah sekadar festival daging atau rutinitas Iduladha biasa, melainkan sebuah manifestasi totalitas cinta yang sangat mendalam antara hamba dan Sang Pencipta.
Syaikh โAfaneh mengingatkan bahwa kurban adalah momentum untuk โmenyembelihโ egoisme dan keterikatan berlebih pada aspek materi.
Merujuk pada sejarah besar Nabi Ibrahim AS, kurban adalah simbol hijrah mental yang radikal; sebuah keberanian untuk melepaskan apa yang paling dicintai demi sebuah ketaatan mutlak.
Sebagaimana ditegaskan dalam ayat โFashalli lirabbika wanharโ (maka shalatlah karena Tuhanmu dan berkurbanlah!) (QS. Al-Kautsar [108]: 2), kedekatan spiritual melalui ibadah shalat harus menjadi fondasi utama sebelum kita melangkah ke aksi sosial di lapangan.
Selain itu, standar cinta kita diuji melalui kualitas hewan yang dipersembahkan. Kita tidak bisa asal memilih hewan yang sekadar murah, karena ada kriteria ats-Tsaniy (cukup umur) dan Salamatun minal โuyลซb (bebas cacat) yang wajib terpenuhi secara syariat.
Mengapa harus sedetail itu? Karena sejatinya Allah tidak membutuhkan daging atau darahnya, melainkan memvalidasi level ketakwaan kita (QS. Al-Hajj [22]: 37). Memilih hewan yang paling prima adalah bukti bahwa kita tidak sedang bermain-main dalam memberi kepada Sang Pencipta.
Tak hanya dimensi vertikal, dalam ibadah kurban ada aspek social bond yang solid. Kurban adalah sarana tausiโah; meluangkan rezeki untuk membahagiakan keluarga, sahabat, hingga kaum dhuafa yang mungkin jarang menyentuh lezatnya daging.
Bahkan, sisi kemanusiaan Islam ditunjukkan dengan dibolehkannya berbagi kebaikan ini kepada sesama tanpa memandang sekat sosial, demi menebar kemaslahatan seluas-luasnya.
Pada akhirnya, kurban adalah pengorbanan yang memicu โglow upโ spiritual. Saat darah hewan menetes, di situlah simbolisme ego kita mati dan empati kita tumbuh mekar.
Pastikan kurban Anda tahun ini adalah pembuktian cinta yang tulus dan totalitas. Stay taqwa, stay caring!
IG: @aql.kurbancare
Tiktok: @aqlkurbancare
Website: kurbancare.org