Internasional

Netanyahu Merasa Dikhianati, Ketika Trump Pilih Damai dengan Khamenei

Logo

Posted by: Ahmad Dumyathi Bashori

18 June 2026 19:38 WIB โ€ข 459 view

Netanyahu Merasa Dikhianati, Ketika Trump Pilih Damai dengan Khamenei
Foto: Istimewa

TEL AVIV MERASA DIKHIANATI, KETIKA TRUMP PILIH DAMAI

Netanyahu Terisolasi, Perang yang Menelan $29 Miliar dan 42 Pesawat Tempur AS Berakhir di Meja Runding


YERUSALEM/WASHINGTON, 18 Juni 2026 โ€” Ruangan itu sunyi. Saat Donald Trump berdiri di podium G7 di Prancis pada Selasa, 17 Juni 2026, dan berkata "Bibi is a good man. He gets a little excited sometimes. But we are the big partner and he is the very small partner" โ€” kalimat itu terasa lebih seperti penghinaan diplomatik daripada pujian. Di Yerusalem, Benjamin Netanyahu masih bungkam. Di layar TV Israel, para penyiar pro-Netanyahu mulai menyebut Jared Kushner dan Steve Witkoff โ€” utusan khusus Trump โ€” dengan kata-kata yang tidak layak dicetak di surat kabar.


Israel merasa dikhianati. Dan kali ini, pengkhianatnya bukan Iran. Melainkan sekutu terdekat mereka sendiri.


BAGAIMANA TRUMP MEMANDANG NETANYAHU


Dalam pernyataan yang mengejutkan para diplomat, Trump secara terbuka menyebut Netanyahu "crazy" di hadapan para pemimpin G7, dan kepada Axios ia mengungkapkan dalam bahasa yang lebih kasar bahwa Netanyahu "had no fucking judgement" โ€” setelah Perdana Menteri Israel itu memerintahkan serangan ke Beirut yang hampir menggagalkan seluruh proses negosiasi AS-Iran. 


Lebih dari itu, Netanyahu tidak hanya dikritik secara personal. Ia juga ditinggalkan secara institusional. Israel mengaku tidak menerima teks MOU antara AS dan Iran. Pejabat Israel menyatakan kepada NBC News bahwa setelah Trump mengumumkan kepada wartawan bahwa ia sudah mengirimkan salinan MOU ke Israel, sumber pemerintah Israel menegaskan: salinan itu tidak pernah tiba. 


Kritik paling pedas datang dari dalam negeri Israel sendiri. Ehud Barak, mantan Perdana Menteri dan rival Netanyahu, berkata dalam wawancara dengan penyiar publik Israel: "Israel sedang membayar harga dari kesombongan dan kebutaan Netanyahu, dan harga dari manipulasi-manipulasi yang ia coba lakukan terhadap Trump." 


Ironinya sangat menusuk. Netanyahu yang selama bertahun-tahun membangun citra sebagai arsitek hubungan istimewa Israel-Amerika kini mendapati dirinya sebagai pemimpin yang paling terisolasi di antara semua mitra regional AS.


MENGAPA TRUMP MEMILIH DAMAI? 


Pertanyaan yang paling banyak diperdebatkan di Washington, Tel Aviv, dan Teheran sekarang adalah ini: mengapa Trump โ€” yang dulu memulai perang ini dengan penuh percaya diri โ€” tiba-tiba begitu bersemangat mengakhirinya, bahkan dengan harga yang menurut Netanyahu terlalu murah?

Jawabannya ada di angka-angka. Dan angka-angka itu mengerikan.


1. Biaya perang yang melampaui semua proyeksi awal


Pentagon dalam sidang Senate Armed Services Committee pada 12 Mei 2026 mengumumkan biaya operasional resmi sebesar $29 miliar โ€” naik dari $25 miliar yang disampaikan bulan sebelumnya. Pentagon Comptroller Jules Hurst mengakui angka ini belum memasukkan biaya perbaikan pangkalan militer AS di Timur Tengah yang diserang rudal dan drone Iran, termasuk markas Armada Kelima AS di Bahrain yang perbaikannya saja diperkirakan menelan $200 juta.  


Namun para ahli menilai angka Pentagon itu hanya puncak gunung es. Prof. Linda Bilmes dari Harvard Kennedy School โ€” pakar keuangan publik terkemuka โ€” memperkirakan biaya aktual perang ini sudah mencapai $1 triliun jika dihitung secara komprehensif: termasuk perawatan veteran, bunga utang perang, dan kerusakan aset militer jangka panjang. Bilmes mengingatkan: "Wars always cost more than expected." Ia menunjukkan preseden pahit: Bush memecat penasihat ekonominya yang memperkirakan Perang Irak akan menelan $200 miliar โ€” dan akhirnya mencapai $5 triliun.  


Yang memperparah kalkulasi ini adalah asimetri ekonomi yang fundamentak: Iran memproduksi sekitar 10.000 drone Shahed per bulan dengan biaya $30.000 per unit. AS merespons dengan menembakkan interceptor senilai $4 juta per buah. Rasionya: 1 banding 133. Setiap kali Iran mengirim satu drone murah, AS membakar $4 juta untuk menghancurkannya.  


2. Kehabisan amunisi kritis


AS menembakkan lebih banyak rudal Patriot dalam empat hari pertama perang Iran daripada jumlah yang dipasok ke Ukraina selama empat tahun terakhir. Setiap rudal Patriot berharga $4 juta. Menurut Komisi Pertahanan Uni Eropa, stok amunisi kritis AS sudah mencapai titik kritis โ€” membuat Washington kesulitan memasok sekutu Teluk sekaligus mempertahankan komitmen di Ukraina secara bersamaan.

  

3. 42 pesawat tempur hilang


Laporan Congressional Research Service (CRS) yang diungkapkan dalam sidang Kongres pada 20 Mei 2026 mencatat AS kehilangan atau mengalami kerusakan pada 42 pesawat tempur dalam konflik ini, dengan nilai total mencapai $29 miliar โ€” angka yang sama dengan seluruh biaya operasional yang diklaim Pentagon.  


4. Biaya $1,4 miliar per hari yang ditanggung rakyat Amerika


American Enterprise Institute (AEI) menghitung bahwa secara keseluruhan โ€” mencakup biaya militer publik dan dampak energi pada konsumen โ€” Amerika sedang membakar sekitar $1,4 miliar per hari akibat perang ini. Bagi rata-rata rumah tangga Amerika, itu berarti tambahan beban sekitar $410 per bulan. Harga bensin yang sebelum perang rata-rata $3 per galon melonjak ke puncak $4,56 per galon โ€” kenaikan lebih dari 50 persen dalam tiga bulan.  


5. Tagihan $132 miliar bagi konsumen dan wajib pajak AS


Moody's Analytics memperkirakan perang ini sudah menelan biaya sekitar $132 miliar bagi konsumen dan wajib pajak AS โ€” dan "meterannya masih terus berputar." Harga bensin yang rata-rata di bawah $3 per galon saat perang dimulai melonjak hingga $4,56 per galon setelah Hormuz ditutup.  


6. Tekanan konstitusional War Powers Act


Trump menghadapi tenggat 60 hari konstitusional yang ditetapkan oleh War Powers Resolution sejak operasi militer dimulai pada 28 Februari 2026. Tanpa perjanjian yang bisa ditunjukkan kepada Kongres, ia berhadapan dengan krisis konstitusional yang bisa mempermalukan seluruh pemerintahannya di hadapan Partai Republik sekalipun.


7. Survei: 61% warga AS menolak perang ini


Survei Washington Postโ€“ABCโ€“Ipsos yang dirilis pada awal Juni 2026 menunjukkan 61 persen warga Amerika menilai keputusan menggunakan kekuatan militer terhadap Iran sebagai keputusan yang keliru. Bagi Trump yang memasuki tahun kedua pemerintahan dengan mata sudah tertuju pada pemilu tengah periode, angka 61 persen itu lebih berbahaya dari satu rudal Iran manapun.


NETANYAHU KINI SENDIRIAN


Para kritikus di Israel sendiri kini mengatakan bahwa Netanyahu-lah yang menarik Trump ke dalam perang ini dengan janji-janji yang terlalu optimistis tentang apa yang bisa dicapai โ€” dan Trump kini yang menarik Israel keluar dari konflik sebelum Israel merasa siap. "Netanyahu salah menilai selera Trump untuk konflik berkepanjangan, dikalahkan oleh Iran dalam negosiasi, dan semakin tersisih dari pemain-pemain besar kawasan," tulis sejumlah analis Israel.  


Kondisi Netanyahu semakin memburuk ketika bahkan Uni Emirat Arab โ€” yang selama ini menjadi negara Teluk paling "hawkish" dalam konflik ini โ€” memutuskan bergabung dengan konsensus regional yang mendukung kesepakatan. Di Washington, para sekutu Netanyahu di Partai Republik dan media konservatif enggan secara terbuka menentang kesepakatan yang membawa cap Trump. Tidak akan ada pengulangan momen 2015, ketika Netanyahu berpidato di Kongres untuk menggalang oposisi terhadap kesepakatan nuklir Obama.  


Survei dari Israel Democracy Institute yang dirilis dua minggu lalu menunjukkan 57,5 persen warga Israel percaya bahwa mengakhiri konflik dalam kerangka yang sedang dibahas tidak sesuai dengan kepentingan keamanan Israel. Namun paradoksnya: opini publik Israel inilah yang sedang bergerak membentuk tekanan terhadap Netanyahu dari dua arah sekaligus โ€” dari mereka yang merasa Trump sudah mengkhianati Israel, dan dari mereka yang ingin Netanyahu berhenti berperang. 


APA YANG DITUNTUT ISRAEL?


Israel memiliki tiga tuntutan utama yang tidak akomodasi dalam MOU :


Pertama, Israel menolak mundur dari Lebanon Selatan sebelum Hizbullah dilucuti senjatanya. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz dengan tegas menyatakan pasukan Israel tidak akan mundur dari Lebanon, meski MOU mencantumkan penghentian operasi militer Israel di Lebanon sebagai kondisi yang dituntut Iran. 


Kedua, Israel menginginkan penghancuran total program nuklir Iran โ€” bukan pembekuan sementara. Trump sendiri dikritik oleh mantan Jenderal Israel Yair Golan yang menulis di X: "Trump menandatangani perjanjian yang mengalirkan miliaran kepada rezim Ayatollah, membiarkan infrastruktur nuklir tetap utuh, mempertahankan ancaman balistik, dan memberikan tali penyelamat kepada rezim pembunuh di Teheran."  


Ketiga, Israel tidak pernah diikutsertakan dalam negosiasi. Iran bahkan secara eksplisit menyatakan melalui Menteri Luar Negerinya Abbas Aragchi bahwa kehadiran Israel yang terus berlanjut di Lebanon melanggar MOU โ€” artinya Iran menciptakan klausul yang secara langsung menarget posisi Israel, tanpa Israel punya suara dalam perundingan itu.  


HARGA YANG DIBAYAR DUNIA


Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 ke 2,5 persen โ€” terendah sejak pandemi COVID-19. Ekonomi negara-negara Teluk diproyeksikan hanya tumbuh 1,3 persen tahun ini, anjlok dari 4,5 persen pada 2025. Suez Canal kehilangan sekitar $10 miliar dalam lalu lintas pengiriman. Penerbangan dari Dubai berkurang dua pertiga, dari Doha tiga perempat. Sektor pariwisata Timur Tengah hampir lumpuh total. 


Di Eropa, ECB memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan berpotensi memicu stagflasi dan mendorong Jerman dan Italia ke dalam resesi teknis pada akhir 2026. Vietnam mengalami kekurangan bahan bakar dan kepanikan pembelian. India menghadapi lonjakan harga emas dan gangguan rantai pasok pupuk. Negara-negara Asia Tengah kehilangan akses rute perdagangan melalui pelabuhan Iran. 

Sebagai ironi terakhir: di tengah semua kehancuran ekonomi ini, hanya satu perusahaan yang mencatat keuntungan besar. Saudi Aramco melaporkan lonjakan laba 26 persen pada kuartal pertama 2026 dibanding tahun lalu โ€” karena harga minyak yang melonjak meningkatkan pendapatan mereka meski volume ekspor terganggu. 


DAMAI BUKAN KARENA MULIA โ€” TAPI KARENA MAHAL


Keputusan Trump memilih damai bukan keputusan yang lahir dari visi strategis yang mulia. Ia lahir dari aritmetika yang sederhana dan brutal: perang ini menelan $1,4 miliar per hari, menghancurkan 42 pesawat tempur, menguras stok amunisi kritis, membakar 50 persen kenaikan harga bensin rakyat Amerika, dan membuat 61 persen warga AS menyesal perang dimulai.


Netanyahu boleh merasa dikhianati. Tapi dalam logika Trump yang selalu mengukur segalanya dengan untung-rugi, Israel adalah "the very small partner" โ€” dan tagihan yang sudah jatuh tempo terlalu besar untuk terus dibayar demi kepentingan pemilu Netanyahu di bulan Oktober.


Perjanjian ini mungkin rapuh. Mungkin tidak bertahan. Tapi satu hal yang pasti: ini adalah perjanjian yang dipaksakan bukan oleh kemenangan militer, melainkan oleh realitas ekonomi. Dan realitas ekonomi, tidak peduli narasi siapapun, selalu lebih keras dari senjata apapun.

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!