Berita

Program Da'i Pedalaman, DDII Kembali Kirim 132 Da'i ke Daerah 3 T di Indonesia

Logo

Posted by: Niesky H.P

15 August 2026 19:55 WIB • 433 view

Program Da'i Pedalaman, DDII Kembali Kirim  132  Da'i ke Daerah 3 T di Indonesia
Foto: Pelepasan Da'i dan Tasyakur 55 Tahun Dakwah Pedalaman DDII di Gedung Dewan Dakwah, Jl Kramat , Jakarta, Sabtu 15 Agustus 2026. /Foto : Dok DDII

Tahun 2026 ini Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) kembali mengirim da’i terpilih ke sejumlah wilayah pedalaman Indonesia . Jumlah dai yang ditugaskan tahun ini ke sejumlah pelosok di Tanah Air tersebut berjumlah 132 da’i. 


Saat acara seremoni pelepasan, Ketua Umum DDII, Dr Adian Husaini, mengatakan perjuangan dakwah pedalaman yang telah dirintis Mohammad Natsir harus diteruskan oleh generasi berikutnya.

“Dakwah tidak hanya menyampaikan nilai keagamaan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata melalui kepedulian, pelayanan, dan pendampingan masyarakat,” kata Adian dalam Pelepasan Da'i dan Tasyakur 55 Tahun Dakwah Pedalaman DDII di Gedung Dewan Dakwah, Jl Kramat , Jakarta, Sabtu 15 Agustus 2026.


Pengiriman ini menandai 55 tahun dakwah pedalaman yang dirintis Mohammad Natsir sejak awal berdirinya DDII pada 1967, sekaligus menempatkan da'i bukan sekadar sebagai penggerak kegiatan keagamaan, tetapi sebagai penghubung layanan pendidikan, kesehatan, air bersih, dan pemberdayaan masyarakat.

Saat penugasan tersebut, para da’i tidak hanya mengaktifkan masjid dan majelis taklim, namun juga menjalankan pendidikan, pembinaan keagamaan, pemberdayaan sosial, hingga menjadi penghubung masyarakat dengan layanan kesehatan dan kebutuhan dasar.


Model dakwah yang dikembangkan DDII menunjukkan pergeseran penting dari pendekatan yang semata berorientasi pada aktivitas keagamaan menuju dakwah berbasis pelayanan masyarakat.

Para da'i kini menjalani pendidikan lapangan dengan terjun langsung ke tengah umat. Pola tersebut membuat proses kaderisasi tidak berhenti pada penguasaan ilmu keagamaan, tetapi diarahkan pada kemampuan membaca kebutuhan sosial masyarakat.

Selain itu, dampak program program tersebut juga terlihat dari keterkaitannya dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satunya dada SDG point 4, tentang pendidikan berkualitas,


Kontribusi pada SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera dilakukan melalui program Nurhealth Connection yang menghadirkan layanan kesehatan berbasis telemedicine bagi masyarakat dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Program ini melibatkan dokter yang bersiaga di Jakarta, tenaga kesehatan yang mendampingi masyarakat di lokasi, serta dai pedalaman sebagai fasilitator lapangan.

Para dai berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan layanan kesehatan. Mereka mendampingi warga saat menggunakan telemedicine, membantu memberikan edukasi kesehatan, serta mendorong masyarakat agar tidak ragu melakukan pemeriksaan sejak dini.

 

Sementara itu, pada SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak, Dewan Dakwah telah membangun 395 sumur dan 30 fasilitas MCK hingga 2026 untuk membantu masyarakat memperoleh akses air bersih dan sanitasi yang lebih baik.


Program lainnya adalah pendampingan masyarakat tersebut juga mendukung SDG 1 tentang Tanpa Kemiskinan dan SDG 10 tentang berkurangnya kesenjangan, khususnya melalui upaya memperluas akses pendidikan, pelayanan sosial, dan pendampingan masyarakat di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas.

 

Program dakwah pedalaman ini dirintis Mohammad Natsir sejak awal-awal berdirinya DDII, di tahun 1967. Kegiatan ini bagian dari perjalanan panjang pendampingan masyarakat Indonesia. Dalam kurun waktu 55 tahun, dai telah dikirim ke berbagai wilayah berjumlah ribuan.  Daerah tersebut termasuk daerah dengan keterbatasan akses pendidikan, kesehatan, dan layanan dasar. Hingga saat ini, lebih dari 10 ribu dai telah menjalankan pengabdian untuk masyarakat.

Para dai yang dikirim ini telah menjalani proses pendidikan yang panjang, setingkat S1 di STID MOHAMMAD NATSIR. Dua tahun mereka dididik di asrama. Dan 2 tahun aktif di masjid dan majelis taklim. Sekarang mereka menjalani program pendidikan di lapangan, dengan terjun langsung ke tengah-tengah umat.


Pelaksanaan dakwah pedalaman selama ini didukung oleh kaderisasi dai, kelembagaan yang berkelanjutan, serta dukungan masyarakat dan donatur melalui LAZNAS Dewan Dakwah.

 

 

 

 

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!