Berita Internasional Dunia Islam

Dari Monas, Ketum UAR Serukan Solidaritas Palestina dan Aksi Kemanusiaan Tanpa Batas

Logo

Posted by: Al Mujahid WA

02 November 2026 09:22 WIB โ€ข 35 view

Dari Monas, Ketum UAR Serukan Solidaritas Palestina dan Aksi Kemanusiaan Tanpa Batas
Foto: Ketua Umum UAR H. Endang Sudrajat, S.T, M.T., menyampaikan pesan pada Apel Akbar 1000 Relawan Kemanusiaan di Monas Jakarta, Ahad 1 November 2026. (Foto: UAR/Psdt)

KETUA Umum Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR), H. Endang Sudrajat, S.T, M.T., , menyerukan kepada seluruh relawan kemanusiaan agar tidak berhenti pada kepedulian dan pernyataan solidaritas, tetapi mewujudkannya melalui tindakan nyata, profesional, dan bertanggung jawab. Menurutnya, penderitaan manusia tidak boleh dianggap biasa, ketidakadilan tidak boleh dibiarkan, dan aksi kemanusiaan tidak mengenal batas.


Pesan tersebut disampaikan Endang dalam sambutannya selaku Komandan Relawan Kemanusiaan pada Apel Akbar 1000 Relawan Kemanusiaan dalam rangka Pembukaan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) di kawasan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Ahad (1/11/2026).


ADSPromosikan Video Profil Sekolah, Informasi PPDB, Yayasan, Lembaga, Usaha, Bisnis, Produk di Moslem Today TV Channel, KLIK DISINI

โ€œDari Jantung Ibu Kota Indonesia tercinta ini, kami menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat dan bangsa: wujudkan dukungan bagi kemerdekaan Palestina dan bebaskan Masjidil Aqsa dari cengkeraman zionis Israel. Selamatkan manusia tanpa memilih, lindungi warga sipil, buka jalan kemanusiaan, tegakkan keadilan,โ€ tegas Endang Sudrajat.


Mengusung tema โ€œKemanusiaan Tanpa Batas, Solidaritas Tanpa Henti, Keadilan untuk Palestinaโ€, kegiatan yang berlangsung pukul 06.30 hingga 11.30 WIB ini dihadiri sekitar 5.000 orang. Selain para relawan UAR dan relawan kemanusiaan lainnya, hadir pejabat perwakilan Kemenlu, Dubes Palestina, anggota DPR RI, tokoh agama, ormas Islam, pengurus Masjid Istiqlal, Polri, tenaga kesehatan, santri Al-Fatah dari wilayah Jawa dan Sumatera, serta warga Jabodetabek, Kalimantan, Ambon dan NTT.


Di hadapan ribuan peserta, Ketua Umum UAR menegaskan bahwa apel tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk menyatukan hati dan tekad dalam membela nilai-nilai kemanusiaan secara global.


Ia mengajak seluruh massa yang hadir untuk mengarahkan perhatian kepada penderitaan masyarakat Gaza, terutama anak-anak yang mencari orang tanya di antara puing-puing bangunan, tenaga medis dan relawan penyelamat yang berjuang menolong para korban dengan keterbatasan fasilitas serta warga sipil yang kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar.


Menurutnya, perang tidak hanya menghancurkan bangunan. Perang juga menghancurkan rasa aman, memisahkan keluarga, menghancurkan masa depan, merusak kehidupan serta meninggalkan trauma berkepanjangan. Oleh karenanya, setiap setiap orang yang membutuhkan pertolongan berhak mendapatkannya tanpa diskriminasi,โ€ ungkap Endang.


Ketua Umum UAR mengingatkan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina memiliki landasan kuat dalam sejarah perjuangan bangsa, sebagaimana ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945 bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.


Selain itu, masyarakat diingatkan dengan sikap proklamator RI, Bung Karno, yang dikenal dengan JASMERAH, Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Dalam Amanat Proklamasi 17 Agustus 1962, dengan tegas presiden pertama Indonesia itu menyatakan, โ€œSelama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel.โ€


Piagam PBB, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, Kovensi Jenewa, serta Hukum Humaniter Internasional juga menekankan pentingnya perlindungan kemanusiaan di tengah konflik (peperangan).


โ€œKetahuilah saudara-saudara, kita melawan ketidakadilan bukan memusuhi kemanusiaan. Kita menentang pelanggaran hukum bukan menyebarkan kebencian. Solidaritas kita untuk memperkuat persaudaraan bukan menumbuhkan permusuhan terhaadap seseorang karena agama, etnis atau kebangsaannya,โ€ ujar Endang.


Lebih lanjut, dalam sambutannya, ia menekankan bahwa perjuangan kemanusiaan harus dilandasi hukum, etika, disiplin, kompetensi, dan tanggung jawab. Relawan dituntut mampu memberikan pertolongan sesuai keahlian, menjaga keselamatan, mematuhi sistem komando, serta memastikan bantuan disalurkan secara adil dan transparan.


โ€œJangan biarkan niat baik berubah menjadi kecerobohan. Jangan biarkan keberanian mengalahkan prosedur keselamatan. Dan jangan biarkan amanah kemanusiaan kehilangan kepercayaan akibat ketidakjujuran,โ€ tegasnya.


Ketua Umum UAR juga menyampaikan bahwa kepedulian terhadap bangsa Palestina tidak mengurangi kewajiban relawan untuk membantu masyarakat yang tertimpa bencana di tanah air.

Ia memberikan contoh, pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh akhir November 2025, UAR menurunkan ratusan personel ke lokasi memberikan berbagai bantuan kepada para penyintas.


โ€œKami juga baru saja menyelesaikan misi kemanusiaan pascagempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur. Selama sekitar satu setengah bulan, Tim UAR membantu para penyintas di Dusun Waso, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, melalui berbagai kegiatan sosial dan pendampingan untuk mendorong masyarakat bangkit dari kesulitan,โ€ ujar Endang Sudrajat.

๏ปฟ

Dalam kesempatan tersebut, Endang juga memimpin pembacaan Ikrar Relawan Kemanusiaan yang diikuti secara serentak oleh seluruh relawan berbagai organisasi. Ikrar memuat sepuluh komitmen, yakni setia kepada nilai-nilai kemanusiaan, berdiri bersama rakyat Palestina, membela dan melindungi warga sipil, menjunjung tinggi hukum dan etika kemanusiaan, serta menolak kekerasan terhadap orang yang tidak bersalah.


Para relawan juga berikrar menjadi relawan yang amanah dan profesional, menjaga integritas bantuan kemanusiaan, menolak kebencian dan disinformasi, menjaga persatuan dan kerja sama, serta mengubah solidaritas menjadi aksi nyata.


โ€œSolidaritas tidak boleh berhenti ketika apel selesai. Ikrar tidak boleh hanya menjadi kata-kata. Kita mungkin tidak bisa menyelesaikan semua pederitaan dunia. Namun kita tidak boleh menutup mata terhadap penderitaan yang mampu kita ringankan,โ€ tegas Endang.


Di akhir sambutannya, Ketua Umum UAR menyerukan agar para relawan tetap menjaga keikhlasan, kejujuran, disiplin, serta menjaga persatuan meskipun berasal dari organisasi yang berbeda. Ia berharap apel tersebut menjadi awal pengabdian kemanusiaan yang lebih terorganisasi, profesional, amanah, dan berdampak positif bagi masyarakat luas.


โ€œRelawan bersatu! Kemanusiaan bergerak! Palestina tidak sendiri! Allahu Akbar, Al Aqsa Haqquna!,โ€ seru Ketua Umum Ukhuwah Al-fatah Rescue yang disambut semangat ribuan peserta Apel Akbar di tengah terik matahari. [AM]

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!