Berita

Jelang Muktamar V, Wahdah Islamiyah Gelar Dialog Kebangsaan di Yogyakarta

Logo

Posted by: Niesky H.P

05 August 2026 13:26 WIB โ€ข 368 view

Jelang Muktamar V, Wahdah Islamiyah Gelar Dialog Kebangsaan di Yogyakarta
Foto: Foto Humas Wahdah

Menjelang penyelenggaraan Muktamar V Wahdah Islamiyah yang di Jakarta pada 21โ€“25 Agustus 2026 mendatang, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Dialog Kebangsaan sebagai bagian dari rangkaian sosialisasi muktamar sekaligus memperkuat konsolidasi kebangsaan.

 

Acara bertema โ€œSalam Sehat Indonesia: Jalan Kebangkitan Umat dan Penguatan Ketahanan Bangsaโ€, forum tersebut menjadi ruang silaturahmi intelektual yang mempertemukan akademisi, tokoh bangsa, pimpinan organisasi kemasyarakatan, serta pimpinan partai politik untuk membahas berbagai isu strategis terkait masa depan Indonesia.

 

Ketua DPW Wahdah Islamiyah D.I. Yogyakarta, Ustadz Abu Ayyub, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Muktamar V menjadi momentum memperkuat semangat kolaborasi dalam mewujudkan Indonesia yang berkah.

 

 

โ€œAlhamdulillah, Wahdah Islamiyah sebentar lagi akan mengadakan Muktamar kelima pada 21โ€“25 Agustus 2026 mendatang, dengan semangat terus mengusung kolaborasi menuju Indonesia yang berkah,โ€ ujarnya dalam keterangan persnya Selasa ( 8 / 4 /2026 ).

 

Selanjutnya, ia menjelaskan melalui tagline Indonesia Berkah, Wahdah Islamiyah ingin menegaskan pentingnya membangun masyarakat yang sehat hati, sehat jasmani, dan sehat ekonomi sebagai fondasi kebangkitan umat dan ketahanan bangsa.

 

Sementara itu, Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Zaitun Rasmin yang hadir dalam dialog tersebut, menjelaskan bahwa kegiatan serupa telah digelar di sedikitnya 10 daerah di Indonesia sebagai bagian dari sosialisasi Muktamar V sekaligus mempererat silaturahmi dengan kalangan intelektual dan berbagai elemen masyarakat.

 

Ustaz Zaitun Rasmin juga menegaskan bahwa Wahdah Islamiyah terus berkomitmen mengedepankan prinsip wasathiyah atau jalan pertengahan sebagai landasan dalam berdakwah dan berkontribusi bagi bangsa.

 

โ€œWahdah Islamiyah di muktamar ini perlu lebih berinteraksi dengan kaum intelektual di berbagai wilayah Indonesia. Wasathiyah dalam islam menjadi salah satu acuan di Wahdah Islamiyah, di mana kami berusaha benar-benar mengusung konsep ideal dalam Islam, yakni pertengahan dan yang terbaik,โ€ tegasnya.

 

Ia juga mengingatkan agar semangat perjuangan yang lahir sejak era 1980-an terus diarahkan secara konstruktif dan produktif dalam menjawab berbagai persoalan umat dan bangsa tanpa terjebak pada sikap pesimistis.

 

Dialog Kebangsaan juga menghadirkan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Ridho Al-Hamdi, yang mengupas tantangan demokrasi dan tata kelola pemerintahan di Indonesia. Ia mengibaratkan demokrasi sebagai jantung tubuh bangsa yang tengah menghadapi berbagai persoalan struktural setelah 27 tahun reformasi.

 

Menurutnya, praktik dinasti politik yang meluas, disfungsi partai politik, maraknya korupsi birokrasi, hingga menurunnya kualitas kebebasan sipil menjadi tantangan serius yang harus segera dibenahi.

 

โ€œDinasti politik merajalela bukan hanya nasional bahkan sampai ke tingkat desa, menghambat sirkulasi kepemimpinan dan membuat akal sehat tidak berjalan,โ€ ujarnya.

 


Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!