ISLAMABAD โ Pakistan menegaskan kesiapannya memberikan dukungan yang dibutuhkan Arab Saudi untuk mempertahankan keamanan dan kedaulatan wilayahnya di tengah meningkatnya serangan kelompok Houthi dari Yaman. Dukungan tersebut mencakup berbagai bentuk bantuan pertahanan, meskipun rincian dan cakupan bantuan militer itu tidak diungkapkan kepada publik.
Juru Bicara Angkatan Darat Pakistan, Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry, menyampaikan hal tersebut dalam wawancara dengan Independent Arabia yang disiarkan pada Minggu, sebagaimana dilaporkan Anadolu.
โIni tidak bisa ditawar; bagi Pakistan, hal ini merupakan sesuatu yang mutlak,โ kata Chaudhry ketika menjelaskan komitmen negaranya terhadap keamanan Arab Saudi.
Ia menegaskan bahwa Pakistan telah memberikan dan akan terus memberikan dukungan sesuai kebutuhan Kerajaan Arab Saudi. Namun, ia menjelaskan bahwa negara-negara yang tergabung dalam aliansi pertahanan tidak mengungkapkan secara terbuka rincian maupun skala dukungan militer yang diberikan.
Pernyataan tersebut muncul di tengah serangkaian serangan Houthi yang dalam beberapa pekan terakhir dilaporkan menyasar infrastruktur minyak dan keuangan Arab Saudi, termasuk fasilitas bandara.
Keamanan Dua Kota Suci Menjadi Prioritas
Chaudhry menegaskan bahwa kedaulatan Arab Saudi, keutuhan wilayahnya, serta keamanan dua masjid suci umat Islam, Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, merupakan kepentingan utama bagi Pakistan.
Ia menekankan bahwa tidak boleh ada keraguan ataupun persyaratan dalam komitmen Pakistan untuk mendukung perlindungan tempat-tempat suci tersebut.
Menurutnya, keamanan Arab Saudi memiliki arti strategis bagi Pakistan, terutama karena kedua negara memiliki hubungan pertahanan yang erat dan kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas kawasan.
Pakistan, Arab Saudi, dan Tรผrkiye Perkuat Kerja Sama Pertahanan
Pakistan dan Arab Saudi telah menjalin sejumlah kesepakatan pertahanan yang bertujuan memperkuat daya tangkal terhadap ancaman keamanan. Salah satu mekanisme yang disebutkan adalah Perjanjian Pertahanan Timbal Balik Strategis (Strategic Mutual Defense Agreement).
Selain itu, terdapat Aliansi Pertahanan Makkah (Mecca Joint Defense Alliance) yang melibatkan Pakistan, Arab Saudi, dan Tรผrkiye.
Kesepakatan yang ditandatangani pada 7 Agustus tersebut memungkinkan ketiga negara memperlakukan serangan terhadap salah satu anggota sebagai serangan terhadap seluruh anggota aliansi.
Ketika ditanya apakah dukungan Pakistan akan tetap terbatas pada tindakan defensif apabila serangan Houthi terus berlanjut, Chaudhry menegaskan bahwa aliansi tersebut tidak memiliki tujuan ofensif.
โKetiga negara anggota aliansi ini sepenuhnya jelas bahwa aliansi ini tidak memiliki niat ofensif. Aliansi ini murni bersifat defensif,โ ujarnya.
Respons Kolektif untuk Mencegah Eskalasi
Chaudhry juga merujuk Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang mengatur hak negara untuk melakukan pembelaan diri secara individual maupun kolektif.
Ia menjelaskan bahwa kerja sama pertahanan tersebut dirancang untuk mencegah ancaman yang dapat mengganggu stabilitas kawasan. Menurutnya, mekanisme itu mengirimkan pesan tegas kepada pihak-pihak yang dinilai berpotensi memicu ketidakstabilan.
Ia memperingatkan bahwa setiap upaya melancarkan perang, baik secara langsung maupun tidak langsung, terhadap salah satu dari tiga negara anggota dapat memicu respons bersama.
โJika daya tangkal itu tidak berhasil, maka daya tangkal tersebut harus dibangun kembali dengan segala cara yang tersedia bagi ketiga negara,โ kata Chaudhry.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Pakistan tetap mengutamakan upaya meredakan ketegangan. Islamabad, menurutnya, terus melakukan komunikasi dan pembahasan dengan pihak-pihak terkait untuk menurunkan eskalasi konflik.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Pakistan berupaya menyeimbangkan komitmen pertahanan terhadap Arab Saudi dengan pendekatan diplomatik guna mencegah konflik regional semakin meluas.
Sumber : https://www.middleeastmonitor.com/20261019-pakistan-providing-saudi-arabia-whatever-support-needed-amid-houthi-attacks-army-spokesman/