Berita

Wamenlu Anis Matta Sebut Minyak Masih Berpengaruh Pada Geopolitik Negara Timteng

Logo

Posted by: Niesky H.P

10 July 2026 14:48 WIB โ€ข 354 view

Wamenlu Anis Matta Sebut  Minyak Masih Berpengaruh Pada Geopolitik Negara Timteng
Foto: Sajid Friday Morning Talk yang diselenggarakan Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (Sajid) di AQL Islamic Center, Jakarta Selatan , Jumat (10/7/2026). ( Foto Dok Sajid )

Negara negara di Timur Tengah secara geopolitik cukup berpengaruh. Terlebih mereka memiliki daerah yang strategis serta kaya akan sumber energi.


Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta dalam acara diskusi di Jakarta Selatan.

"Timur Tengah menjadi kawasan yang sangat strategis karena menyimpan hampir separuh cadangan minyak dunia. Ini menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat kepentingan geopolitik global," ucapnya saat menjadi pembicra dalam Sajid Friday Morning Talk yang diselenggarakan Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (Sajid) di AQL Islamic Center, Jakarta Selatan , Jumat (10/7/2026).


Selain itu, politisi dari Partai Gelora ini juga mengatakan bahwa perebutan pengaruh global selama puluhan tahun tidak dapat dilepaskan dari faktor geografi dan penguasaan sumber daya energi, terutama minyak bumi.

 

Karena itu, lanjutnya, pemahaman terhadap peta dunia menjadi bekal penting untuk membaca arah politik internasional.

Diskusi yang dipandu Ketua Umum Sajid Bachtiar Nasir dan dihadiri jurnalis Muslim serta kalangan akademisi.

 

Anis menjelaskan, secara geopolitik dunia terbagi ke dalam dua kawasan besar, yakni Benua Amerika dan gabungan Asia, Afrika, serta Eropa. Menurut dia, pembagian geografis tersebut berpengaruh terhadap distribusi penduduk, kekuatan ekonomi, hingga perebutan pengaruh antarnegara. Ia memaparkan, sekitar 1,1 miliar penduduk tinggal di Benua Amerika, sementara sekitar 7,1 miliar lainnya berada di tiga benua tua.

 

Meski demikian, kedua kawasan sama-sama menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia dengan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) global.

Menurut Anis, negara-negara Islam yang tergabung dalam kelompok D-8 juga memiliki potensi ekonomi yang besar dengan nilai PDB gabungan mencapai sekitar 5,1 triliun dolar AS. Potensi tersebut, kata dia, dapat menjadi modal penting dalam membangun kerja sama ekonomi dunia Islam.

Selain ekonomi, Anis menekankan bahwa minyak bumi masih menjadi faktor strategis yang memengaruhi hubungan internasional. Sekitar 48 persen cadangan minyak dunia berada di Timur Tengah, sementara hampir sepertiga lainnya berada di kawasan Benua Amerika.

Dalam kesempatan tersebut, Anis juga mengulas persaingan Blok Barat dan Blok Timur pada era Perang Dingin.  Menurutnya, kepemilikan senjata nuklir oleh kedua kubu membuat perang terbuka tidak terjadi, namun persaingan bergeser menjadi perang proksi di berbagai kawasan.

Ia menilai berbagai pergantian rezim, perang saudara, hingga konflik politik di Amerika Latin, Afrika, dan Timur Tengah pada masa itu merupakan bagian dari kontestasi dua kekuatan besar dunia.

Sementara itu, negara-negara Teluk dinilai mampu menjaga stabilitas politik karena ditopang kekayaan minyak dan gas serta kebijakan redistribusi kesejahteraan kepada masyarakat. โ€œKondisi tersebut membuat kawasan Teluk berkembang lebih stabil dibandingkan sejumlah negara Arab non-Teluk yang berkali-kali dilanda konflik politik dan perang,โ€pungkasnya. ()





Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!