Internasional

Iran Sebut AS Langgar Gencatan Senjata Usai Serangan Baru di Selat Hormuz

Deli Hermanto

Posted by: Deli Hermanto

26 May 2026 23:29 โ€ข 384 view

Iran Sebut AS Langgar Gencatan Senjata Usai Serangan Baru di Selat Hormuz
Foto: Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM). Google Flow

Iran menuduh Amerika Serikat melanggar kesepakatan gencatan senjata setelah militer AS melancarkan serangan baru yang menargetkan lokasi rudal dan kapal penebar ranjau Iran di wilayah selatan negara itu. Serangan yang terjadi pada Selasa waktu setempat tersebut dinilai mengancam upaya diplomatik kedua negara untuk mencapai kesepakatan mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak Februari lalu.


Ketegangan kembali meningkat setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan gelombang serangan terbaru terhadap sasaran militer Iran. Menyusul kabar tersebut, harga minyak mentah Brent melonjak hampir tiga persen karena kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kawasan Teluk dan keamanan jalur energi global.

ADVERTISEMENT


Iran melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa tindakan militer Washington merupakan โ€œpelanggaran besar terhadap gencatan senjataโ€ yang sebelumnya mulai berlaku pada 8 April. Dalam pernyataannya, Teheran menegaskan tidak akan membiarkan tindakan tersebut tanpa balasan.


โ€œAngkatan teroris AS, yang terus melakukan tindakan ilegal dan tidak dapat dibenarkan sejak gencatan senjata, dalam 48 jam terakhir telah melakukan pelanggaran besar terhadap gencatan senjata di wilayah Hormozgan,โ€ demikian pernyataan pemerintah Iran.


Media pemerintah Iran juga melaporkan terjadinya ledakan di kota pelabuhan Bandar Abbas, yang berada dekat Selat Hormuz. Garda Revolusi Iran mengklaim telah menembak jatuh sebuah drone milik AS yang memasuki wilayah udaranya serta melepaskan tembakan ke arah jet tempur F-35 Amerika.


Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, dalam pesan tertulis menjelang Hari Raya Idul Adha, menilai pengaruh Amerika Serikat di Timur Tengah terus melemah. Ia juga memperingatkan negara-negara kawasan agar tidak lagi menyediakan pangkalan militer yang dapat digunakan Washington untuk melancarkan serangan.


โ€œAmerika Serikat kini tidak lagi memiliki tempat aman di kawasan untuk melakukan agresi maupun mendirikan pangkalan militer,โ€ tulis Khamenei.


Sementara itu, juru bicara CENTCOM Tim Hawkins mengatakan serangan dilakukan sebagai langkah pertahanan diri untuk melindungi pasukan AS dari ancaman militer Iran. Ia menyebut sasaran operasi mencakup lokasi peluncuran rudal dan kapal yang diduga tengah memasang ranjau di perairan strategis kawasan.


Di tengah meningkatnya ketegangan, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan peluang tercapainya kesepakatan damai masih terbuka. Menurutnya, pembicaraan antara kedua pihak masih berlangsung di Qatar.


โ€œAda pembicaraan yang berlangsung di Qatar hari ini. Kita lihat apakah ada kemajuan. Masih banyak pembahasan terkait bahasa dalam dokumen awal, jadi kemungkinan membutuhkan beberapa hari lagi,โ€ ujar Rubio saat melakukan kunjungan ke India.


Rubio juga menegaskan bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk pelayaran internasional. Ia menyebut segala upaya mengganggu jalur pelayaran energi dunia tersebut sebagai tindakan ilegal dan tidak dapat diterima.


Di sisi lain, kantor berita Tasnim melaporkan bahwa Iran tengah berupaya memperoleh pencairan aset beku senilai sekitar 24 miliar dolar AS sebagai bagian dari rancangan kesepakatan 14 poin untuk mengakhiri perang. Dalam tahap awal, Iran dikabarkan meminta akses terhadap 12 miliar dolar AS setelah nota kesepahaman awal ditandatangani.


Delegasi tingkat tinggi Iran yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf telah tiba di Qatar bersama Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati guna melanjutkan negosiasi.


Sebelumnya, pada 2023, dana Iran senilai 6 miliar dolar AS yang dibekukan di bank-bank Korea Selatan dipindahkan ke Qatar sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan antara Teheran dan Washington.


Serangan terbaru AS dinilai dapat memperumit proses diplomasi yang tengah berlangsung dan berpotensi mengancam keberlanjutan gencatan senjata antara kedua negara.


Sumber : https://www.arabnews.com/node/2645008/middle-east

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel, Daftar Jadi Kontributor, Klik : Register

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Ahlan Wa Sahlan...

Dapatkan akses fitur lengkap dengan login atau mendaftar akun baru.

Daftar Sekarang