ANCAMAN kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyebabkan pencemaran udara di sejumlah wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) mendorong Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Korwil Kalbar bergerak memberikan perlindungan kepada masyarakat. Bersama Dinas Kesehatan Provinsi, satgas UAR membagikan masker kepada warga dan pengendara di Kota Pontianak.
Aksi kemanusiaan bertajuk โSatu Masker, Sejuta Harapanโ tersebut dilaksanakan oleh Tim UAR yang terdiri Febri Firnando, Tulus Wijaya, Ibnu Halipan, Zaid Sabilul Haq, dan Khairul Huda di kawasan Tugu Digulis, Jalan Ahmad Yani, Kota Pontianak, Jumat (11/9/2026), pukul 09.00โ11.00 WIB.
Koordinator Tim UAR Kalimantan Barat, Febri Firnando, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian relawan terhadap kesehatan masyarakat sekaligus bagian dari upaya membantu warga menghadapi dampak pencemaran udara akibat Karhutla.
โKegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue terhadap kesehatan masyarakat sekaligus semangat berbagi dan membantu sesama,โ kata Febri melalui pesan singkat, Jumat (11/9/2026).
Menurut Febri, asap akibat Karhutla telah mencemari udara di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada dunia pendidikan. Sejumlah anak sekolah bahkan telah mengikuti pembelajaran secara daring selama sekitar tiga pekan akibat kondisi udara yang kurang baik.
Di tengah aksi pembagian masker kepada masyarakat dan para pengendara, sejumlah pihak turut menunjukkan kepeduliannya. Perwakilan gereja dan BPBD Kota Pontianak juga ikut membagikan masker kepada warga.
Satgas Bencana
Gerakan UAR Kalimantan Barat tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan organisasi dalam menghadapi berbagai potensi bencana dan dampaknya. Sebelumnya, Pengurus Pusat telah menginstruksikan seluruh Korwil dan Korda di Indonesia untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) bencana kekeringan, Karhutla, dan potensi bencana lainnya.
Sekretaris UAR Pusat Muqarrobin Al Ayubi, mengatakan sejumlah wilayah telah merespons instruksi tersebut, termasuk UAR Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat. โKorwil lain insya Allah menyusul,โ ujarnya.
Satgas yang dibentuk bertugas antara lain mengoordinasikan pemantauan wilayah kekeringan dan Karhutla, pendataan kebutuhan masyarakat, edukasi mitigasi bencana hingga pendistribusian air bersih dan pembagian masker.
Ketua Umum UAR H. Endang Sudrajat menambahkan, kesiapsiagaan melalui pembentukan satgas tersebut penting dilakukan karena sejumlah daerah menghadapi kemarau berkepanjangan yang dipengaruhi fenomena El Niรฑo. Pada saat yang sama, masyarakat juga menghadapi potensi dampak bencana lain, termasuk abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Karena itu, UAR mendorong seluruh jajaran relawan di tingkat wilayah dan daerah untuk tidak bersikap pasif ketika ancaman bencana muncul. Kesiapan personel dan kemampuan membaca kondisi di lapangan menjadi bagian penting agar relawan dapat memberikan respons secara cepat sesuai kebutuhan masyarakat.
Apresiasi
Merespon kegiatan Tim UAR Kalimantan Barat yang bergerak langsung memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui pembagian masker tersebut, Ketua Umum Ukhuwah Al-Fatah Rescue memberikan apresiasi.
โAlhamdulillah acaranya lancar dan sukses. Tetap semangat para pejuang kemanusiaan. Semoga amal shalih yang dilakukan tim UAR Kalbar diberkahi Allah Subhanahu wa Taโala,โ ujar Endang melalui pesan singkat, Jumat.
Melalui gerakan โSatu Masker, Sejuta Harapanโ, UAR Kalimantan Barat mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, dan saling membantu menghadapi dampak bencana.